Alternative Resolution Mechanism in Regional Election Disputes

Authors

  • Sukaca Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/sijal.v3i3.342

Keywords:

Regional Elections, Electoral Disputes, Alternative Dispute Resolution

Abstract

This study is motivated by the high intensity of disputes in the implementation of Regional Head Elections (Pilkada) in Indonesia, which frequently generate political conflicts and legal uncertainty. Regulatory changes, particularly through Law Number 10 of 2016, have significantly influenced the enforcement system and dispute resolution mechanisms in Pilkada. This research aims to analyze the model of informal dispute resolution in Pilkada and its role in strengthening the electoral justice system. The study employs a normative juridical method with a descriptive-analytical approach, examining primary, secondary, and tertiary legal materials related to Pilkada dispute resolution. The findings reveal that, in addition to formal judicial mechanisms, there are alternative or informal mechanisms such as unilateral withdrawal, amicable settlement, mediation, and arbitration that function as complementary instruments to the formal system. These mechanisms promote faster and more efficient resolutions while encouraging win–win solutions to prevent political escalation. It is concluded that informal dispute resolution plays a strategic role in reinforcing procedural and substantive justice and in supporting the realization of democratic and fair regional elections.

References

Abdullah, R. (2005). Pelaksanaan otonomi luas dengan pemilihan kepala daerah secara langsung. PT Raja Grafindo.

Arikunto, S. (1998). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Azhary, M. T. (1992). Negara hukum: Suatu studi tentang prinsip-prinsipnya dilihat dari segi hukum Islam, implementasinya pada periode negara Madinah dan masa kini. Bulan Bintang.

Bonai, S. (2012). Batas kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam memutuskan perselisihan hasil pilkada (Tesis magister, Universitas Kristen Satya Wacana).

Detikcom. (2015, February 17). DPR kembali tetapkan MK adili sengketa pilkada, MA: Sudah tepat! http://news.detik.com/read/2015/02/17/132719/2835410/10/dpr-kembali-tetapkan-mk-adili-sengketa-pilkada-ma-sudah-tepat

Fauzi, G. (2014). Pengaruh pemilihan kepala daerah langsung terhadap korupsi kepala daerah di Indonesia (Disertasi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri).

Firmanzah. (2011). Mengelola partai politik: Komunikasi dan positioning ideologi politik di era demokrasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hadi, S. (1984). Metodologi research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.

Harun, R. (2016). Penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum di Indonesia (Disertasi doktor, Universitas Andalas).

Kan, J. van, & Beekhuis, J. H. (1982). Pengantar ilmu hukum. PT Pembangunan Ghalia Indonesia.

Karim, M. R. (1991). Perjalanan partai politik di Indonesia: Sebuah potret pasang surut. CV Rajawali.

Lipset, S. M. (1960). Political man: The social bases of politics. Pustaka Pelajar.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (n.d.). Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. https://www.mahkamahkonstitusi.go.id

Manan, B. (1986). Peranan peraturan perundang-undangan dalam pembinaan hukum nasional. CV Armico.

Manan, B. (1992). Dasar-dasar perundang-undangan Indonesia. Hill Co.

Manan, B. (1993). Perjalanan historis Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945: Perumusan dan undang-undang pelaksanaannya. UNSIKA.

Manan, B. (1994). Hubungan antara pusat dan daerah menurut UUD 1945. Pustaka Sinar Harapan.

Manan, B. (1995). Kekuasaan kehakiman Republik Indonesia. LPPM-UNISBA.

Manan, B. (2003, August 22). Peran sosok hakim agama sebagai mediator dan pemutus perkara serta kegamangan masyarakat terhadap keberadaan lembaga peradilan [Pidato].

Manan, B. (2005). Penegakan hukum yang berkeadilan. Varia Peradilan, 20(241).

Manan, B. (2005). Restrukturisasi badan peradilan. Varia Peradilan, (239).

Manan, B. (2006, July). Mediasi sebagai alternatif menyelesaikan sengketa. Varia Peradilan, (248).

Maulana, A. (2012). Tinjauan konstitusional pengisian jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah melalui pemilihan umum. Universitas Indonesia.

Mualim, & Yusdani, A. (2001). Konfigurasi pemikiran hukum Islam. UII Press.

Mutiarin, D., et al. (2011, December 24). Analisis dampak positif dan negatif dalam pilkada langsung bagi kualitas pelayanan publik di daerah. Paper presented at Forum Ilmiah Nasional Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Plato. (1986). The laws (T. J. Saunders, Trans.). Penguin Classics.

Ranjabar, J. (1998). Sistem sosial budaya Indonesia: Suatu pengantar. Ghalia Indonesia.

Romli, L. (2007). Evaluasi pilkada langsung di Indonesia: Sebuah catatan. In Democracy pilkada. LIPI.

Sanit, A. (1985). Perwakilan politik Indonesia. CV Rajawali.

Sardini, N. (Ed.). (2016). 60 tahun Jimly Asshiddiqie: Sosok, kiprah, dan pemikiran. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sidharta, B. A. (2004, November). Kajian kefilsafatan tentang negara hukum. Jentera: Jurnal Hukum, 2(3).

Silahuddin, et al. (2007). Evaluasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah langsung.

Simamora, J. (2011). Eksistensi pilkada dalam rangka mewujudkan pemerintahan daerah yang demokratis. Mimbar Hukum, 23(1).

Soekanto, S. (1986a). Pengantar penelitian hukum (3rd ed.). UI Press.

Soekanto, S. (1986b). Mengenal sosiologi hukum. Alumni.

Soemitro, R. H. (2008). Metode penelitian hukum dan jurimetri. Ghalia Indonesia.

Tricahyo, I. (2007). Pengaturan pemisahan pemilu nasional dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah yang demokratis (Disertasi doktor, Universitas Brawijaya).

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Utrecht. (1962). Pengantar hukum administrasi negara Indonesia. Ichtiar.

Vickery, C. (Ed.). (2011). Pedoman untuk memahami, menangani, dan menyelesaikan sengketa pemilu. IFES.

Published

2026-02-26

How to Cite

Sukaca. (2026). Alternative Resolution Mechanism in Regional Election Disputes. Siber International Journal of Advanced Law (SIJAL), 3(3), 400–408. https://doi.org/10.38035/sijal.v3i3.342