The Criminal Act of Desertion Against TNI Members Reviewed from Influencer Background and Prevention Efforts

Authors

  • Roy Leonard Hosea Pasaribu Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia
  • Rr. Dijan Widijowati Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/sijal.v3i1.271

Keywords:

Criminal Acts, Desertion, TNI Members

Abstract

Discipline is a fundamental principle in the military, especially for soldiers of the Indonesian National Armed Forces (TNI). Serious disciplinary violations such as desertion, the act of leaving duty without permission, remain a major problem within the TNI. This study aims to analyze in-depth the application of the law to the crime of desertion within the TNI, as well as the factors that influence it, and examine effective preventive measures to reduce the number of desertions in the Indonesian Navy (AL). This study uses a normative legal research method. Data were collected through a literature review focusing on laws, government regulations, and related decisions. Data analysis was conducted descriptively and analytically. The application of the law to desertion is strictly regulated in Articles 87 and 89 of the Military Criminal Code (KUHPM), which stipulate sanctions ranging from imprisonment to dismissal. The government must focus more on proactive prevention through a comprehensive approach, including improving soldier welfare, strengthening mental and psychological development, improving leadership and supervision, and optimizing recruitment and legal education.

References

Amiruddin, & Asikin, H. Z. (2020). Pengantar metode penelitian hukum. Depok: RajaGrafindo Persada.

Armia, M. S. (2022). Penentuan metode & pendekatan penelitian hukum. Banda Aceh: LKKI.

Chandra, T. Y. C. (2022). Hukum pidana. Jakarta: CV. Tazkia Rizki Utama.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram: Mataram University Press.

Mulyana, A. N. (2020). Hukum pidana militer kontemporer. Jakarta: PT Grasindo.

Marzuki, P. M. (2010). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Rosidah, N. (2019). Hukum peradilan militer. Lampung: CV. Anugrah Utama Raharja.

Soekanto, S., & Mamuji, S. (2013). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Sudarsono. (2012). Kamus hukum (Cetakan ke-6). Jakarta: Rineka Cipta.

Sianturi, S. R. (2010). Hukum pidana militer di Indonesia. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Tentara Nasional Indonesia.

Saragih, Y. M. S., dkk. (2022). Pengantar hukum pidana transisi hukum pidana di Indonesia. Medan: CV. Tungga Esti.

Sumaperwata, M. (2007). Hukum acara peradilan militer. Bandung: Alumnus Press.

Salam, M. F. (2006). Hukum pidana militer di Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Widijowati, D. (2018). Pengantar ilmu hukum. Yogyakarta: Andi Offset.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer (KUHPM)

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer

Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia

Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit Tentara Nasional Indonesia

Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1089/XII/2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Bantuan Hukum di Lingkungan Tentara Nasional

Atno, & Utama, N. J. (2018). Dari rakyat untuk rakyat: Benih, cikal-bakal, dan kelahiran Tentara Indonesia 1945-1947. Journal of Indonesian History, 7(1), 17.

Fajari, G., dkk. (2025). Tinjauan hukum terhadap tindak pidana desersi anggota TNI (Studi kasus Ajendam XVIII/Kasuari). Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan, 2(1).

Haryo, S. (n.d.). Pertanggungjawaban pidana anggota militer TNI yang melakukan tindak pidana desersi. Perspektif, 16(2).

Istirokah, & Asri, A. (2025). Pertanggungjawaban pelaku tindak pidana desersi anggota Tentara Nasional Indonesia dalam putusan in absentia (Analisis putusan hakim Pengadilan Militer II-8 Jakarta Nomor: 264-K/PM.II-08/AU/XI/2023). Journal Evidence of Law, 4(1).

Mezak, M. H. (2006). Jenis, metode dan pendekatan dalam penelitian hukum. Law Review, 5(3), 94.

Satyastuti, N. W. R., dkk. (2016). Proses penyelesaian tindak pidana desersi yang dilakukan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia. Jurnal Verstek, 4(2).

Sitorus, N. T., dkk. (2018). Pertanggungjawaban pidana terhadap anggota Tentara Nasional Indonesia yang melakukan desersi. USU Law Journal, 6(6).

Sugistiyoko, B. S. E. (2018). Tindak pidana desersi secara in absensia anggota militer. Jurnal Elektronik Tulungagung, 4(1).

Wijaya, D. (2018). Penanggulangan tindak pidana desersi yang dilakukan oleh anggota prajurit TNI AD. JIM Bidang Hukum Pidana, 2(2).

Yastiant, R. A. (2015). Tinjauan tentang pertanggungjawaban pidana desersi yang dilakukan oleh anggota TNI. Jurnal Verstek, 3(1).

Published

2025-08-19

How to Cite

Pasaribu, R. L. H., & Widijowati, R. D. (2025). The Criminal Act of Desertion Against TNI Members Reviewed from Influencer Background and Prevention Efforts. Siber International Journal of Advanced Law (SIJAL), 3(1), 215–224. https://doi.org/10.38035/sijal.v3i1.271