Criminal Liability for Influence Traffickers in Corrpution Crimes Indonesia Criminal Law Perspective

Authors

  • Dhika Nugraha Putra Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia
  • Sujono Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia
  • Bambang Widarto Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/sijal.v4i2.441

Keywords:

Trading in influence, Corruption Offenses, State Officials, Criminal Liability, Indonesian Criminal Law

Abstract

This research examines trading in influence in corruption offenses committed by public officials from the perspective of Indonesian criminal law. The research aims to analyze the patterns of trading in influence arising from the discretion of public officials and the regulation of criminal liability under Indonesian law. This study employs normative legal research using statutory, conceptual, and comparative approaches. The results show five patterns of trading in influence, namely direct influence, influence through intermediaries, family or political networks, access to procurement, and influence over administrative decisions. Indonesian law has not yet regulated trading in influence as an independent criminal offense; therefore, its prosecution still relies on existing corruption provisions, such as bribery, gratification, extortion, abuse of authority, and participation in criminal offenses. A comparison with Spanish law shows that trading in influence has been specifically regulated under Articles 428 to 430 of the Spanish Penal Code. Therefore, stronger criminal law regulation is needed in Indonesia so that trading in influence can be regulated more clearly as a criminal offense while ensuring legal certainty and distinguishing it from legitimate forms of influence.

References

Arief, B. N. (2006). Tindak Pidana Mayantara: Perkembangan Lolosnya Kejahatan Di Indonesia. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Atmasasmita, R. (2010). Hukum Pidana Internasional dan Prospek Pembaruannya di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Chazawi, Adami. (2012). Pelajaran Hukum Pidana 1: Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori Pemidanaan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.Fariz, Donal. (2014). Kajian

Implementasi Aturan Trading in Influence Dalam Hukum Nasional. Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW).

E.O.S. Hiariej, Memahami 'Trading in influence' dalam Kerangka UNCAC, Jurnal Hukum Internasional, Vol. 8 No. 3, 2020

Fariz, D., dkk. (2014). Kajian Implementasi Aturan Trading in Influence dalam Hukum Nasional. Jakarta: Indonesia Corruption Watch.

Fariz, D., dkk. (2014). Kajian Implementasi Aturan Trading in Influence dalam Hukum Nasional. Jakarta: Indonesia Corruption Watch.

Hiariej, E. O. S. (2016). Prinsip-Prinsip Hukum Pidana. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Hiariej, Eddy O.S. (2020). "Memahami 'Trading in Influence' dalam Kerangka UNCAC." Jurnal Hukum Internasional, 8(3)

Hiariej, Eddy O.S. (2023). Prinsip-Prinsip Hukum Pidana (Edisi Revisi). Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Huda, Chairul. (2022). Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan. Jakarta: Kencana.

Huda, Ni’matul. (2020). Korupsi di Indonesia: Studi Tentang Sistem dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Irza, Muhammad Yusron dan Nyoman Serikat Putra Jaya. (2020). "Urgensi Pengaturan Trading in Influence sebagai Tindak Pidana Korupsi dalam Tatanan Hukum Pidana Indonesia." Halu Oleo Law Review, 4(2),

Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan Nomor 40 K/Pid.Sus/2014 (Kasus Impor Daging Sapi).

Ni’matul Huda, Korupsi di Indonesia: Studi Tentang Sistem dan Budaya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2020.

Radjab, S. (2020). Konstruksi Hukum Pertanggungjawaban Korupsi Politik. Jakarta: Rajawali Pers.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional).

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption, 2003.

Saleh, R. (2013). Pikiran-pikiran tentang pertanggungjawaban pidana. Ghalia Indonesia. United Nations. (2003). United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Published

2026-10-15

How to Cite

Putra, D. N., Sujono, & Widarto, B. (2026). Criminal Liability for Influence Traffickers in Corrpution Crimes Indonesia Criminal Law Perspective. Siber International Journal of Advanced Law (SIJAL), 4(2), 277–284. https://doi.org/10.38035/sijal.v4i2.441